
Punya mimpi itu pasti,,mewujudkannya masalah nanti...
Itu merupakan quote terburuk yang mengakibatkan banyak orang jadi skeptis dan berpikir bermimpi di masa sekarang ini cuma menjadi cara membuang waktu terburuk. Itu akan terjadi kalo kita gak pernah mewujudkan mimpi kita, atau bahasa terbaliknya adalah: belum merasakan mimpi kita terwujud.
Masa sebagai anak-anak adalah masa dimana mimpi menjadi sarapan, makan siang, dan makan malam. Setiap hari bermimpi,setiap waktu bermimpi, tanpa memikirkan kekecewaan andaikata tidak terwujud. mimpi di setiap kepala anak pasti berbeda-beda. Ada yang bermimpi menjadi dokter, mimpi keliling dunia, atau mungkin mimpi memiliki taman jurassic sendiri. Diantara banyak mimpi tersebut ada satu mimpi yang sama di setiap anak: mimpi menjadi orang tua.
Anak kecil pasti tidak mau dipanggil anak kecil. Mereka ingin merasakan menjadi ayahnya yang sedang mengotak-atik mesin mobil dan ingin menjadi ibunya agar tidak dimarahi lagi kalo main ujan-ujanan. Untuk itu mereka memoleskan lipstik ke bibirnya, menaburkan bedak di wajahnya, dan memakai bra ibunya bagi anak perempuan. Lalu yang laki-laki: mencoretkan spidol diantara bibir dan hidungnya, mereka memerlukan kumis untuk menjadi orang tua.
Setelah menemukan kembali memori anak-anak itu maka gwe mencoba untuk memanjangkan kumis. Bukan untuk menjadi orang tua dan terlihat dewasa namun sebagai bagian perwujudan mimpi. Bagaimana kita bisa mewujudkan mimpi besar kalo mimpi kecilnya belum terwujud. Bagaimana kita bisa melihat taman bunga yang indah di luar pagar kalo kita belum membuka pintu kamar kita. Untuk itu semua gwe memutuskan menjadi pria berkumis, untuk mimpi besar yang ada di depan, untuk melepas kopling secara perlahan agar mobil berjalan, dan untuk meyakini kalo mimpi sama sekali tidak membuang waktu.
Maka segeralah melangkah,,tumbuhkan kumismu,, temani aku...bukan cuma sebagai pria berkumis tapi juga temani dalam menikmati mimpi-mimpi besar yang akan terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar