
Manis, itulah kata yang selalu mendefinisikan perasaan senang seseorang, perasaan cinta.
Gula itu manis dan begitulah rasanya cinta, kata yang keluar dari orang-orang yang sedang jatuh cinta.
Ibaratkan diri kita lidah yang siap menerima rasa apapun terutama manis
untuk kemudian distimuluskan ke otak untuk menenangkan hati.
Jika cinta itu manis maka nikmatilah itu,
jangan ditambahkan,
dibuat-buat,
dan berlebihan
karena cinta haruslah alami dan cukup.
Seperti halnya rasa manis yang ditambahkan terus menerus dengan rasa manis,
sesendok gula ditambahkan beberapa sendok gula lagi karena merasa belum cukup manis
maka yang didapat adalah rasa pahit,
rasa yang tidak pernah diharapkan sebelumnya atau sama sekali tidak diharapkan.
Terlalu manis kemudian menjadi pahit.
Lalu fasenya akan berubah menjadi sebuah kehambaran.
Lidah yang pahit akan coba dinetralkan oleh air putih yang tidak berasa.
Berapa lama kehambaran itu terjadi tergantung seberapa dosis gula yang diberikan ke lidah,
semakin banyak gula maka semakin lama pula rasa hambar itu.
Kemudian nikmatilah air putih itu walaupun perut sudah kembung dan bosan dengan rasanya
karena ini proses
untuk bisa merasakan
manisnya
gula
lagi.
Nikmati cinta jangan dihiperbola.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar