
Alkisah hiduplah superman putra bisma,
dilahirkan untuk tak terkalahkan,
dibesarkan untuk jadi yang terkuat,
dikaruniai kemampuan jauh di atas manusia lainnya,
dan yang terpenting hanya bisa mati atas kemauannya sendiri.
Superman putra bisma tumbuh di smallvile, daerah kecil yang menginginkannya untuk menjadi besar,
diasuh manusia yang mengharapkan kelak dirinya untuk menjadi pahlawan,
dan dibisiki dongeng-dongeng yang membuatnya bisa meyakini semua hal yang dianggap tidak mungkin oleh manusia lainnya.
Superman putra bisma semakin besar,
keluar dari smallvile ke tempat yang lebih besar, kota astina,
tempat berkumpulnya kejahatan,
tempat dimana dia ditasbihkan menjadi pahlawan,
tempat orang-orang berteriak untuk pertolongannya.
Superman putra bisma makin mengenal banyak manusia di astina, lebih banyak dari yang dikenalnya di smallvile.
Kedekatan dengan banyak manusia membuatnya tidak tertarik dengan kekuatannya,
menyesali kesempurnaan yang sudah diberikan,
dan sesekali berkehendak untuk bisa mati bukan karena kehendaknya sendiri.
Superman putra bisma berjalan di tengah kerumunan orang untuk bisa merasa sama,
berbaur dengan mengandalkan kepalsuannya.
Di tengah kota astina dia menemukan sebuah batu,
batu krypton biru muda yang tidak dipedulikan oleh semua orang di sekitarnya.
Lalu diapun menggenggam krypton biru muda itu dengan sebuah pertanyaan kenapa batu seindah ini dibiarkan tergeletak dan tidak ada yang peduli.
Duuuuuorrr
ledakan sangat keras,
seketika terjadi kebakaran hebat di tengah kota astina, di jalan yang dia lalui.
Superman putra bisma terlempar dengan menggenggam krypton biru muda di tanggannya.
Dia merasakan panas yang sebelumnya tidak pernah dirasakannya,
mengerang kesakitan yang sebelumnya tidak pernah disuarakan,
dan meneteskan darah untuk pertama kalinya.
Dia merasakan banyak hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Kekuatan krypton biru muda mencegah superman putra bisma mengeluarkan kekuatannya dan anehnya hal itu membuatnya tersenyum.
Superman putra bisma semakin bisa berbaur dengan orang-orang disekelilingnya.
Tidak ada lagi manusia yang unik di situ dan nama superman putra bisma sudah tidak dikenal lagi.
Dia telah menjadi manusia biasa tapi tidak belajar sifat dari manusia itu sendiri,
ketergantungan: dengan krypton biru muda yang digenggam untuk meredam kekuatannya,
ketakutan akan kehilangan: krypton biru muda yang digenggam yang membuatnya selalu berprasangka buruk,
dan yang terburuk yang belum dia sadari yaitu ketidak pedulian.
Superman putra bisma hanya memikirkan bagaimana krypton biru muda yang digenggamnya tidak terlepas dengan melupakan orang-orang disekelilingnya,
orang-orang yang pernah mengandalkannya,
orang-orang yang sudah membuatnya merasa sama.
Dengan sedikit kemauan Tuhan maka krypton biru muda lepas dari genggaman superman putra bisma. Dia kembali memiliki kekuatan yang lama tidak dikeluarkan,
kekuatan yang bisa membantu orang-orang di sekelilingnya,
kekuatan yang tidak bisa dikontrolnya,
kekuatan yang ingin sekali dia sembunyikan.
Lalu pilihannya hanya dua: memanfaatkan kekuatan itu untuk membantu orang lain untuk menjadi pahlawan lagi namun membuatnya bosan disanjung
atau dimanfaatkan untuk menjadikannya penjahat super yang sangat merusak namun pasti menjadi pengalaman yang menarik dan menyenangkan untuknya.
Saat ini superman putra bisma memilih untuk menggunakan kekuatannya untuk menjadi pahlawan lagi, nyali dan keberaniannya belum cukup untuk membuatnya menjadi penjahat super.
Di tengah ketidakmampuan menyembunyikan kekuatannya,
superman putra bisma menunggu Tuhan mengeluarkan sedikit kemampuanNya lagi untuk memberi kesempatan menemukan kembali krypton biru muda,
bukan untuk mendapat kesempatan menggenggam krypton kuning yang tidak bisa menghilangkan kekuatan maupun krypton merah yang malah melipat gandakan kekuatan.
Sekarang superman putra bisma hanya meninggalkan sifat ketergantungan dari manusia biasa yang sempat dirasakan untuk sisi buruknya
dan sifat percaya pada keajaiban yang akan mendatanginya pada sisi lainnya.
Dia ingin menggenggam krypton biru muda lagi untuk meredam kekuatannya,
untuk keinginan mati bukan hanya karena kehendaknya sendiri,
untuk jadi yang terkalahkan,
untuk jadi manusia.