Senin, 01 Maret 2010

Cinta,,cinta,,Euforia


Jatuh Cinta,,
Hal paling menyenangkan di bumi ini,,
Menemukan orang yang cocok,,
Orang yang sangat mengerti kita,,
Sampai orang yang bisa membuat kita tertawa sepanjang hari.

Tapi yakinkah yang dirasakan itu cinta?
Atau cuma sekedar euforia?

Euforia,,
Rasanya gak berbeda dengan cinta,,
Sama-sama bisa membuat senang,,
Sama-sama bisa membuat orang berubah,,

Euforia bisa berwujud mendapatkan orang yang klik dengan cepat,,
Orang yang menyenangkan saat diajak ngobrol,,
Orang yang bisa membuat tertawa,,
Yang akhirnya menemukan orang yang bisa membuat itu menjadi seperti cinta.

Euforia kadang berlangsung begitu cepat,,
Tapi adapula yang berlangsung sangat lama,,
Sampai-sampai kedua orang tersebut tidak sadar hanya bereuforia sepanjang hidupnya.

Lalu apa yang membedakan cinta dan euforia?
Hingga kita harusnya hanya bisa memilih cinta.

Sulit membedakannya.

Namun bisa terlihat di akhir kisahnya.
Cinta akan berakhir pada kebahagian yang tak henti-henti atau malah sakit yang teramat perih,,
lalu Euforia hanya akan menemukan ujung kisahnya pada sebuah kehambaran yang berlalu begitu saja.

Selamat bereuforia.

Menyerah Tidak Akan


Apa yang terjadi jika modal untuk mewujudkan mimpi harus hilang atau dihilangkan?
Belajarlah dari orang-orang ini:
- Grant Achatz seorang chef favorit di Amerika,
- Rick Allen drummer band rock legendaris Def Leppard,
- Jean-Dominique Bauby editor majalah mode terkemuka di Prancis,
- Oscar Pistorious sprinter dengan rekor 10,91 detik untuk lintasan 100 meter,
- dan Abdurahman Wahid bapak pluralisme di Indonesia.
Mereka semua sama,
Mereka mampu meraih mimpi-mimpinya,
namun sebelumnya mereka juga harus kehilangan modal untuk meraih mimpi-mimpinya,
mereka semua kehilangan organ tubuhnya,
organ-organ yang seharusnya menjadi senjata untuk meraih mimpi-mimpi mereka.

Di barat sana, Chef Grant Achatz harus menerima kenyataan mengidap kanker lidah,
yang mengharuskan dia mengamputasi lidahnya untuk bisa bertahan hidup,
Di sebrang lautan, Rick Allen harus merelakan lengan kirinya diamputasi karena kecelakaan,
Lalu di tengah eropa, Jean-Dominique Bauby harus terbaring di tempat tidur akibat stroke yang melumpuhkan seluruh tubuhnya,
Lain lagi di selatan, Oscar Pistorious harus mengamputasi kedua kakinya karena kelainan ligamen saat dia kecil dan bermimpi menjadi orang tercepat di dunia,
Kemudian Abdurahman Wahid yang harus kehilangan penglihatannya di saat dia harus menahkodai negaraku.

Apakah mereka menyerah?
Tidak sama sekali.

Chef Grant Achatz memilih bertahan dengan kemoterapi yang menyakitkan untuk kemudian mejadikan restorannya menjadi salah satu restoran terbaik di Amerika,
Rick Allen melatih kaki-kakinya untuk menggantikan lengan kirinya untuk menggebuk drum pada band yang kemudian menjadi legenda,
Jean-Dominique Bauby memanfaatkan kelopak mata kirinya, satu-satunya organ tubuh yang masih bisa digerakkan untuk menulis sebuah buku,
Oscar Pistorious percaya diri dengan kaki-kaki palsunya untuk menantang pelari-pelari berkaki di olimpiade untuk menjadi manusia tercepat di dunia,
dan Abdurahman Wahid yang menggunakan mata hatinya untuk menyatukan bangsa ini di tengah keterbatasan bola matanya.

Lalu bagaimana denganku
Apakah aku menyerah?
Seorang tukang iklan yang masih semi-pro ini kehilangan modal berharganya,
kehilangan isi hatinya, kehilangan cintanya,
Tidak..aku tidak boleh menyerah di sini,
Aku tidak akan mengecewakan semua orang yang sudah lama mendukungku,
Aku tidak akan mengecewakan ibuku,

Tanpa hati, setidaknya aku masih punya semangat,
Semangat yang kuat seperti lima orang di atas,
Semangat untuk memetik mimpi-mimpiku.

Dengan keterbatasanku yang jauh lebih beruntung dari mereka,
harusnya aku bisa,
Karena mereka semua sudah mengajarkanku bahwa tidak ada waktu untuk menyerah,
tidak akan menyerah untuk memetik mimpi.

Superman But Not So (Not So Superman)


Alkisah hiduplah superman putra bisma,
dilahirkan untuk tak terkalahkan,
dibesarkan untuk jadi yang terkuat,
dikaruniai kemampuan jauh di atas manusia lainnya,
dan yang terpenting hanya bisa mati atas kemauannya sendiri.

Superman putra bisma tumbuh di smallvile, daerah kecil yang menginginkannya untuk menjadi besar,
diasuh manusia yang mengharapkan kelak dirinya untuk menjadi pahlawan,
dan dibisiki dongeng-dongeng yang membuatnya bisa meyakini semua hal yang dianggap tidak mungkin oleh manusia lainnya.

Superman putra bisma semakin besar,
keluar dari smallvile ke tempat yang lebih besar, kota astina,
tempat berkumpulnya kejahatan,
tempat dimana dia ditasbihkan menjadi pahlawan,
tempat orang-orang berteriak untuk pertolongannya.

Superman putra bisma makin mengenal banyak manusia di astina, lebih banyak dari yang dikenalnya di smallvile.
Kedekatan dengan banyak manusia membuatnya tidak tertarik dengan kekuatannya,
menyesali kesempurnaan yang sudah diberikan,
dan sesekali berkehendak untuk bisa mati bukan karena kehendaknya sendiri.

Superman putra bisma berjalan di tengah kerumunan orang untuk bisa merasa sama,
berbaur dengan mengandalkan kepalsuannya.
Di tengah kota astina dia menemukan sebuah batu,
batu krypton biru muda yang tidak dipedulikan oleh semua orang di sekitarnya.
Lalu diapun menggenggam krypton biru muda itu dengan sebuah pertanyaan kenapa batu seindah ini dibiarkan tergeletak dan tidak ada yang peduli.

Duuuuuorrr
ledakan sangat keras,
seketika terjadi kebakaran hebat di tengah kota astina, di jalan yang dia lalui.
Superman putra bisma terlempar dengan menggenggam krypton biru muda di tanggannya.
Dia merasakan panas yang sebelumnya tidak pernah dirasakannya,
mengerang kesakitan yang sebelumnya tidak pernah disuarakan,
dan meneteskan darah untuk pertama kalinya.
Dia merasakan banyak hal yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Kekuatan krypton biru muda mencegah superman putra bisma mengeluarkan kekuatannya dan anehnya hal itu membuatnya tersenyum.

Superman putra bisma semakin bisa berbaur dengan orang-orang disekelilingnya.
Tidak ada lagi manusia yang unik di situ dan nama superman putra bisma sudah tidak dikenal lagi.
Dia telah menjadi manusia biasa tapi tidak belajar sifat dari manusia itu sendiri,
ketergantungan: dengan krypton biru muda yang digenggam untuk meredam kekuatannya,
ketakutan akan kehilangan: krypton biru muda yang digenggam yang membuatnya selalu berprasangka buruk,
dan yang terburuk yang belum dia sadari yaitu ketidak pedulian.

Superman putra bisma hanya memikirkan bagaimana krypton biru muda yang digenggamnya tidak terlepas dengan melupakan orang-orang disekelilingnya,
orang-orang yang pernah mengandalkannya,
orang-orang yang sudah membuatnya merasa sama.

Dengan sedikit kemauan Tuhan maka krypton biru muda lepas dari genggaman superman putra bisma. Dia kembali memiliki kekuatan yang lama tidak dikeluarkan,
kekuatan yang bisa membantu orang-orang di sekelilingnya,
kekuatan yang tidak bisa dikontrolnya,
kekuatan yang ingin sekali dia sembunyikan.

Lalu pilihannya hanya dua: memanfaatkan kekuatan itu untuk membantu orang lain untuk menjadi pahlawan lagi namun membuatnya bosan disanjung
atau dimanfaatkan untuk menjadikannya penjahat super yang sangat merusak namun pasti menjadi pengalaman yang menarik dan menyenangkan untuknya.

Saat ini superman putra bisma memilih untuk menggunakan kekuatannya untuk menjadi pahlawan lagi, nyali dan keberaniannya belum cukup untuk membuatnya menjadi penjahat super.

Di tengah ketidakmampuan menyembunyikan kekuatannya,
superman putra bisma menunggu Tuhan mengeluarkan sedikit kemampuanNya lagi untuk memberi kesempatan menemukan kembali krypton biru muda,
bukan untuk mendapat kesempatan menggenggam krypton kuning yang tidak bisa menghilangkan kekuatan maupun krypton merah yang malah melipat gandakan kekuatan.

Sekarang superman putra bisma hanya meninggalkan sifat ketergantungan dari manusia biasa yang sempat dirasakan untuk sisi buruknya
dan sifat percaya pada keajaiban yang akan mendatanginya pada sisi lainnya.
Dia ingin menggenggam krypton biru muda lagi untuk meredam kekuatannya,
untuk keinginan mati bukan hanya karena kehendaknya sendiri,
untuk jadi yang terkalahkan,
untuk jadi manusia.

Belajarlah Dari Rasa


Manis, itulah kata yang selalu mendefinisikan perasaan senang seseorang, perasaan cinta.
Gula itu manis dan begitulah rasanya cinta, kata yang keluar dari orang-orang yang sedang jatuh cinta.
Ibaratkan diri kita lidah yang siap menerima rasa apapun terutama manis
untuk kemudian distimuluskan ke otak untuk menenangkan hati.
Jika cinta itu manis maka nikmatilah itu,
jangan ditambahkan,
dibuat-buat,
dan berlebihan
karena cinta haruslah alami dan cukup.
Seperti halnya rasa manis yang ditambahkan terus menerus dengan rasa manis,
sesendok gula ditambahkan beberapa sendok gula lagi karena merasa belum cukup manis
maka yang didapat adalah rasa pahit,
rasa yang tidak pernah diharapkan sebelumnya atau sama sekali tidak diharapkan.
Terlalu manis kemudian menjadi pahit.
Lalu fasenya akan berubah menjadi sebuah kehambaran.
Lidah yang pahit akan coba dinetralkan oleh air putih yang tidak berasa.
Berapa lama kehambaran itu terjadi tergantung seberapa dosis gula yang diberikan ke lidah,
semakin banyak gula maka semakin lama pula rasa hambar itu.
Kemudian nikmatilah air putih itu walaupun perut sudah kembung dan bosan dengan rasanya
karena ini proses
untuk bisa merasakan
manisnya
gula
lagi.


Nikmati cinta jangan dihiperbola.

Serial Artificial


Ini fase yang tidak menyenangkan,,
mendapati semua yang ada palsu,,
yang diawali dengan ketidak jujuran akan menghasilkan ketidak jujuran pula,,
saat mendapati ketidakjujuran itu menjadi hal yang tidak bisa ditutup"i,,
sebuah kenyataaan harus diutarakan,,
namun sudah tidak lagi berguna dengan perubahan itu,,
sedikit bahasa jujur akan merusak susunan ketidak jujuran selama ini,,
dan akhirnya membawa masuk ke bentuk ketidak jujuran lainnya,,
tertawa lepas namun tidak merasakannya,,
berkata baik" saja padahal tidak sama sekali,,
melakukan hal" yang tidak terlalu baik lalu dibilang hebat,,
Ini fase yang tidak menyenangkan,,
keluar dari satu ketidak jujuran namun melompat ke ketidak jujuran lainnya,,
hasil dari ketidak jujuran yang digunakan untuk menghiperbola sebuah kejujuran yang terlalu biasa diungkapkan: aku cinta kamu.

Kenapa Kumis?


Punya mimpi itu pasti,,mewujudkannya masalah nanti...
Itu merupakan quote terburuk yang mengakibatkan banyak orang jadi skeptis dan berpikir bermimpi di masa sekarang ini cuma menjadi cara membuang waktu terburuk. Itu akan terjadi kalo kita gak pernah mewujudkan mimpi kita, atau bahasa terbaliknya adalah: belum merasakan mimpi kita terwujud.
Masa sebagai anak-anak adalah masa dimana mimpi menjadi sarapan, makan siang, dan makan malam. Setiap hari bermimpi,setiap waktu bermimpi, tanpa memikirkan kekecewaan andaikata tidak terwujud. mimpi di setiap kepala anak pasti berbeda-beda. Ada yang bermimpi menjadi dokter, mimpi keliling dunia, atau mungkin mimpi memiliki taman jurassic sendiri. Diantara banyak mimpi tersebut ada satu mimpi yang sama di setiap anak: mimpi menjadi orang tua.
Anak kecil pasti tidak mau dipanggil anak kecil. Mereka ingin merasakan menjadi ayahnya yang sedang mengotak-atik mesin mobil dan ingin menjadi ibunya agar tidak dimarahi lagi kalo main ujan-ujanan. Untuk itu mereka memoleskan lipstik ke bibirnya, menaburkan bedak di wajahnya, dan memakai bra ibunya bagi anak perempuan. Lalu yang laki-laki: mencoretkan spidol diantara bibir dan hidungnya, mereka memerlukan kumis untuk menjadi orang tua.
Setelah menemukan kembali memori anak-anak itu maka gwe mencoba untuk memanjangkan kumis. Bukan untuk menjadi orang tua dan terlihat dewasa namun sebagai bagian perwujudan mimpi. Bagaimana kita bisa mewujudkan mimpi besar kalo mimpi kecilnya belum terwujud. Bagaimana kita bisa melihat taman bunga yang indah di luar pagar kalo kita belum membuka pintu kamar kita. Untuk itu semua gwe memutuskan menjadi pria berkumis, untuk mimpi besar yang ada di depan, untuk melepas kopling secara perlahan agar mobil berjalan, dan untuk meyakini kalo mimpi sama sekali tidak membuang waktu.

Maka segeralah melangkah,,tumbuhkan kumismu,, temani aku...bukan cuma sebagai pria berkumis tapi juga temani dalam menikmati mimpi-mimpi besar yang akan terwujud.